BAB 1
MENGENAL KOMPONEN PC
Seiring dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi yang dari setiap tahunnya menigkat mengakibatkan perkembangan dalam kebutuhan hardware komputer dengan spesifikasi tinggi sangat dibutuhkan oleh pengguna. Misalnya kebutuhan perangkat VGA card dan prosesor jenis spesifikasi tinggi untuk digunakan pada pc gaming. Oleh karenanya spesifik yang tinggi tersebut dilususkan untuk memperlancar kinerja dari sofeware yang akan digunakan.
1. Personal Komputer
a. Pengertian
Personal komputer adalah computer yang dapat melakukan semua input, proses, output dan menimpan data sendiri. Personal computer memiliki prosesor, memori dan satu input, satu output dan satu alat penympan atau lebih. Personal computer juga biasanya sudah memiliki alat komunikasi sendiri (Irwansyah & Moniga, 2014).
b. Contoh Personal Komputer
contoh dari personal komputer adalah PC dan Apple MAC
2. Jenis-jenis Personal Komputer
a. PC TOWER
-Ruangan dalam casing luas.
-Mudah dalam penambahan komponen.
-Bahan dan bentuk bervariasi.
b. PC Desktop
-ruangan dalam casing sempit.
-Sulit dalam penambahan komponen.
-Bahan dan benrtuk tidak bervariasi.
c. Mini Pc
-Bentuknya portable
-Komponen di dalamnya tidak bisa di upgrade,
-Ukurannya kecil
3.Komponen dasar PC
Komponen dasar pc terdiri dari cassing, Motherboard, Prosessor, memori, harddisk, ploppy drive, cd rom/dvd rom drive, kartu add-on (kartu grafis, kartu suara, modem internal), monitor, mouse dan keyboard.
4. Casing
Adapun beberapa fungsi casing pada pc sebagai berikut:
-Berfungsi untuk melindungi komponen pc dari gangguan seperti kotoran binatang, debu, dan melindungi dari guncangan yang dapat merusak komponen.
-Menempatkan komponen pc dalam satu tempat.
-Sebagai pencegahan dari sengatan listrik pada saat sedang dipakai.
5. Power supply
Untuk memberikan satu daya komponen-komponen di dalam pc maka diperlakukan, sebuah power supply, input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.
Adapun jenis Power supply :
a. Power supply AT
Power supply yang memiliki kabel power ynag dihubungkan ke motherboard terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9) kabel yang berwarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan pada power supply jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan gasing. Power supply jenis AT ini hanya digunakan sebatas pada era komputer pentium II. Pada era patium III hingga sekarang , sudah tidak ada komputer yang menggunakan power supply jenis AT.
ciri-ciri PSU AT :
-Tombol on/off besifat manual.
-Menkan CPU ketika melakukan shutdown.
-Kabel daya ke motherboard terdiri atas 2 x 6 pin.
-Daya rata-rata di bawah 250watt.
b. Power supply ATX
Power supply ATX (Advanced Technology Extended) adalah jenis powwer supply jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan yang mendasarkan pada PSU jenis AT dan ATX yaitu pada tombol untuk menggirimkan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard.
Ciri-ciri PSU ATX:
-Terdiri atas satu set kabel supply ke motherboard yang berjumlah: 20pin atau 20pin + 4pin 24pin + 4pin atau 24pin + 8pin
-Shutdown otomatis ketika CPU mati
-Menmpunyai konektor tambahan power SATA
-Daya lebih besar untuk memenuhi standar komputasi masa kini
Fungsi masing-masing warna kabel pada power supply:
keterangan:
1. Warna Merah (+5v) dan Warna Kuning (+12 v) berfungsi sebagai catu daya Harddisk dan CD-ROM.
2. Warna Orange(+3.3v) berfungsi sebagai catu daya di Processor.
3. Warna Putih (-5v) dan warna Ungu (+5v) berfungsi sebagai Stabilizer.
4. Warna Biru (-12v) berfungsi sebagai Power Off.
5. Warna Hijau(PS on/12v) berfungsi sebagai Power On.
6. Warna Abu-abu (+5v) berfungsi sebagai stabilizer di chipset.
7. Warna Hitam (Ground) = netral
D. Menghidupkan komputer
1.Power On
Power supply menjalankan sefl test setelah swicth power on. Jika semua level tegangan susdah dalam kondisi yang semestinya, power supply megirim sinyal power good. waktu normal yang dibutuhkan dari power on sampai muncul power good antara 0,1-0,5 detik.
2. Boot Sistem
Boot sistem adalah suatu fasilitas yang di buat pada saat intalasi partisi harddisat dan digunakan untuk proses loding pertam pada suatu sistem operasi, boot sistem disimpan di cluster pertama atau yang sering di sebut master boot record.
3. Proses Booting
Boot adalah memasukan (loding) sistem operasi ke dalam sistem komputer setelah komputer itu di nyalakan. CPU akan menjalankan progrsm BIOS yang tersimpan di dalam ROM. BIOS akan melakukan pemeriksaan kondisi memori dan semua peralatan yang di hubunkan ke komputer.
E. Prosedur Trobubleshooting
Pelacakan kerusakn dibatasi sampai level modul (belum sampai perbaikannya ). Dengan prosedur sebagai berikut:
1. Lepas semua modul PC kecuali mainboard, power supply, memori, VGA card, dan speaker, nyalakan Pc jika ternyata komputer tidak bisa menyala, periksa kedudukan VGA card, memori, tombol reset dan konektor power supply.
2. Pasang floppy disk dan lakukan pengujian pada BIOS jika floppy disk tidak di kenali oleh BIOS berarti floppy disk atau card I/O nya yang jadi masalah.
3. Pasang harddisk dan lakukan pengujan, jika tidak bisa jalan periksa kabel; data harddisk ( terbalik atau tidak pemasangannya ). Jika tetap tidak jalan berarti harddisknya yang menjadi sumber masalah.
BIOS dan Fiturnya
Bios merupakan singkatan dari Basic input/output system, yaitu berisikan kumpulan informasi tentang motherboard dan juga merupakan software yang berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utama bios adalah sebagai sarana komunikasi antara sistam operasi dengan komponen-komponen yang terpasang pada motherboard.(anam,2000)
Tugas dari bios adalah:
1.Mendeteksi dan melakukan konfigurasi antara perangkat-perangkat media penyimpanan standar yang biasanya dimiliki sebuab PC.
2.Melakukan post untuk mendeteksi apakah perangkat-perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada sistem PC.
3.Mendeteksi dan menemukan letak sistem operasi yang terpasang pada PC.
4.Melakukan pengaturan waktu secara real time.
5.Melakuakan konfigurasi memori utama maupun memori cache.
6.Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port.
7.Mendeteksi dan melakukan pengaturan frekuensi kerja yang dipakai pasa prosesor.
8.Mendeteksi dan mengatur urutan pencarian perngkat untuk booting awal.
9.Melakukan proteksi untuk keamanan PC.
A.Standar BIOS Backdoor Password
1.AWARD BIOS
AWARD SW, AWARD_SW, Award SW, AWARD PW, award, awkward,J64, j256, 01322222,589589, 595595, 598598, HLT, KDD, ZBAAACA, ZAAADA, ZDJAAAD, djonet.
2.AMI BIOS
AMI, A.M.I., AMI SW, AMI_SW, BIOS, PASSWORD<HEWITT RAND, Oder.
Jika cara diatas gagal, password lain yang bisa dicaoba (untuk AMI, AWARD, atau BIOS liannya) adalah Membuka BIOS lewat software.
A.Untuk AMI/AWARD BIOS O70 17 O 71 17 Q
B.Untuk PHOENIX BIOS O 70 FF O 71 17 Q
C.GENERIK berlaku untuka semua mother board AT (board XT tidak punya CMOS) O 70 2E O 71 FF Q
CATATAN karakter pertama adalah huruf O bukan angka 0.
B.Master Key BIOS
Beberapa password dibawah ini bisa dicoba sebagai dicabo sebagai master key bagi password BIOS sesuai dengan BIOS yang digunakan, jadi sebelumnya harap diperhatikan nama BIOS yang ada.
C.Kode Beep BIOS
Problem / masalah pada komponen PC atau Controller bisa dideteksi dengan suara yang keluar dari spiker saat BIOS melakukan POST (Power On Self-Test). Bunyinys berbeda-beda tergantung masalahnya.
1. Kode Beep AMI BIOS
a. 1 beep pendek DRAMA gagal me-refresh\
b. 2 beep pendek sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM parity (sistem memory)
c. 3 beep pendek BIOS gagal mengakases memory 64 KB pertama. Cobalah ubah posisi kartu RAM pada slot lain.
d. 4 beep pendej timer pada sistem gagal bekerja.
e. 5 beep pendek motherboard tidak bisa menjalankan processor. Bisa jadi karena ada komponen yang berinterferensi dengan sistem.
f. 6 beep pendek controller pada keyboard tak bisa berjalan normal.
g. 7 beep pendek video mode error. Processor tak bisa mengetest virtual mode secear complate.
h. 8 beep pendek tes memory VGA gagal. Motherboard tak bisa menulis frame buffer kartu video.
i. 9 beep pendek checksum error ROM BIOS bermasalah. Bisa dikarenakan kode BIOS yang tersimpan di chip mengalami corrupt.
j. 10 beep pendek CMOS Shutdown Read/write mengalami error. Setelah BIOS tak bisa diakses Motherboard.
k. 11 beep pendek cache memory error. Motherboard tak bisa mendeteksi L2 cache.
l. 1 beep panjang 3 beep pendek convetional/extended memory rysak. Ada problem pada DRAM, karena tidak kompatibel atau kartunya tidak tertanam dengan benar pada slotnya.
m. 1 beep panjang 8 beep pendek tes tampilan gambar gagal. Problem pada kartu VGA atau pada motherboard.