Rabu, 20 Agustus 2025

PPB android studio

 


<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout

xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:id="@+id/main"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context=".home"
android:orientation="vertical"
android:layout_gravity="center"
>

<LinearLayout
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="350dp"
android:orientation="horizontal"
android:layout_margin="10dp"
android:layout_gravity="center"
>
<Button
android:layout_width="100dp"
android:layout_height="300dp"
android:background="@color/purple_200"
android:layout_margin="5dp"
/>
<Button
android:layout_width="150dp"
android:layout_height="300dp"
android:background="@color/purple_200"
android:layout_margin="5dp"
/>
<Button
android:layout_width="100dp"
android:layout_height="300dp"
android:background="@color/purple_200"
android:layout_margin="5dp"
</LinearLayout>

<LinearLayout
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
android:orientation="vertical"
android:layout_margin="10dp"
android:layout_gravity="center"
>
<Button
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="100dp"
android:background="@color/purple_500"
android:layout_margin="5dp"
/>
<Button
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="100dp"
android:background="@color/purple_500"
android:layout_margin="5dp"
/>
<Button
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="100dp"
android:background="@color/purple_500"
android:layout_margin="5dp"
/>

</LinearLayout>




Selasa, 05 Agustus 2025

MENGENAL KOMPONEN PC

                                                                   BAB 1

                                                MENGENAL KOMPONEN PC

Seiring dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi yang dari setiap tahunnya menigkat mengakibatkan perkembangan dalam kebutuhan hardware komputer dengan spesifikasi tinggi sangat dibutuhkan oleh pengguna. Misalnya kebutuhan perangkat VGA card dan prosesor jenis spesifikasi tinggi untuk digunakan pada pc gaming. Oleh karenanya spesifik yang tinggi tersebut dilususkan untuk memperlancar kinerja dari sofeware yang akan digunakan.

1. Personal Komputer


 a. Pengertian

    Personal komputer adalah computer yang dapat melakukan semua input, proses, output dan              menimpan data sendiri. Personal computer memiliki prosesor, memori dan satu input, satu output        dan satu alat penympan atau lebih. Personal computer juga biasanya sudah memiliki alat                    komunikasi sendiri (Irwansyah & Moniga, 2014).


 b. Contoh Personal Komputer

 contoh dari personal komputer adalah PC dan Apple MAC

2. Jenis-jenis Personal Komputer

 a. PC TOWER

-Ruangan dalam casing luas.
-Mudah dalam penambahan komponen.
-Bahan dan bentuk bervariasi.

 b. PC Desktop

-ruangan dalam casing sempit.
-Sulit dalam penambahan komponen.
-Bahan dan benrtuk tidak bervariasi.

 c. Mini Pc

-Bentuknya portable
-Komponen di dalamnya tidak bisa di upgrade,
-Ukurannya kecil

3.Komponen dasar PC

Komponen dasar pc terdiri dari cassing, Motherboard, Prosessor, memori, harddisk, ploppy drive, cd rom/dvd rom drive, kartu add-on (kartu grafis, kartu suara, modem internal), monitor, mouse dan keyboard.

4. Casing

Adapun beberapa fungsi casing pada pc sebagai berikut:

-Berfungsi untuk melindungi komponen pc dari gangguan seperti kotoran binatang, debu, dan     melindungi dari guncangan yang dapat merusak komponen.
-Menempatkan komponen pc dalam satu tempat.
-Sebagai pencegahan dari sengatan listrik pada saat sedang dipakai.

5. Power supply
Untuk memberikan satu daya komponen-komponen di dalam pc maka diperlakukan, sebuah power supply, input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian  belakang atas casing.
 
Adapun jenis Power supply :

a. Power supply AT

Power supply yang memiliki kabel power ynag dihubungkan ke motherboard terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9) kabel yang berwarna hitam dari konektor P8  dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan pada power supply jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan gasing. Power supply  jenis AT ini hanya digunakan sebatas pada era komputer pentium II. Pada era patium III hingga sekarang , sudah tidak ada komputer yang menggunakan power supply jenis AT.

ciri-ciri PSU AT :

-Tombol on/off besifat manual.
-Menkan CPU ketika melakukan shutdown.
-Kabel daya ke motherboard terdiri atas 2 x 6 pin.
-Daya rata-rata di bawah 250watt.

b. Power supply ATX

Power supply ATX (Advanced Technology Extended) adalah jenis powwer supply jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan yang mendasarkan pada PSU jenis AT dan ATX yaitu pada tombol untuk menggirimkan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard.

Ciri-ciri PSU ATX:

-Terdiri atas satu set kabel supply ke motherboard yang berjumlah: 20pin atau 20pin + 4pin 24pin + 4pin atau 24pin + 8pin
-Shutdown otomatis ketika CPU mati
-Menmpunyai konektor tambahan power SATA
-Daya lebih besar untuk memenuhi standar komputasi masa kini

Fungsi masing-masing warna kabel pada power supply:

keterangan:

1. Warna Merah (+5v) dan Warna Kuning (+12 v) berfungsi sebagai catu daya Harddisk dan CD-ROM.
2. Warna Orange(+3.3v) berfungsi sebagai catu daya di Processor.
3. Warna Putih (-5v) dan warna Ungu (+5v) berfungsi sebagai Stabilizer.
4. Warna Biru (-12v) berfungsi sebagai Power Off.
5. Warna Hijau(PS on/12v) berfungsi sebagai Power On.
6. Warna Abu-abu (+5v) berfungsi sebagai stabilizer di chipset.
7. Warna Hitam (Ground) = netral

D. Menghidupkan komputer

1.Power On
Power supply menjalankan sefl test setelah swicth power on. Jika semua level tegangan susdah dalam kondisi yang semestinya, power supply megirim sinyal power good. waktu normal yang dibutuhkan  dari power on sampai muncul power good antara 0,1-0,5 detik.

2. Boot Sistem
Boot sistem adalah suatu fasilitas yang di buat pada saat intalasi partisi harddisat dan digunakan untuk proses loding pertam pada suatu sistem operasi, boot sistem disimpan di cluster pertama atau yang sering di sebut master boot record.

3. Proses Booting
Boot adalah memasukan (loding) sistem operasi ke dalam sistem komputer setelah komputer itu di nyalakan. CPU akan menjalankan progrsm BIOS yang tersimpan di dalam ROM. BIOS akan melakukan pemeriksaan kondisi memori dan semua peralatan yang di hubunkan ke komputer.

E. Prosedur Trobubleshooting

Pelacakan kerusakn dibatasi sampai level modul (belum sampai perbaikannya ). Dengan prosedur sebagai berikut:

1. Lepas semua modul PC kecuali mainboard, power supply, memori, VGA card, dan speaker, nyalakan  Pc jika ternyata komputer tidak bisa menyala, periksa kedudukan VGA card, memori, tombol reset  dan konektor power supply.

2. Pasang floppy disk dan lakukan pengujian pada BIOS jika floppy disk tidak di kenali oleh BIOS berarti floppy disk atau card I/O nya yang jadi masalah.

3. Pasang harddisk dan lakukan pengujan, jika tidak bisa jalan periksa kabel; data harddisk ( terbalik atau tidak pemasangannya ). Jika tetap tidak jalan berarti harddisknya yang menjadi sumber masalah.


                                                               BIOS dan Fiturnya

Bios merupakan singkatan dari Basic input/output system, yaitu berisikan kumpulan informasi tentang motherboard dan juga merupakan software yang berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utama bios adalah sebagai sarana komunikasi antara sistam operasi dengan komponen-komponen yang terpasang pada motherboard.(anam,2000)

Tugas dari bios adalah:

1.Mendeteksi dan melakukan konfigurasi antara perangkat-perangkat media penyimpanan standar yang biasanya dimiliki sebuab PC.
2.Melakukan post untuk mendeteksi apakah perangkat-perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada sistem PC.
3.Mendeteksi dan menemukan letak sistem operasi yang terpasang pada PC.
4.Melakukan pengaturan waktu secara real time.
5.Melakuakan konfigurasi memori utama maupun memori cache.
6.Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port.
7.Mendeteksi dan melakukan pengaturan frekuensi kerja yang dipakai pasa prosesor.
8.Mendeteksi dan mengatur urutan pencarian perngkat untuk booting awal.
9.Melakukan proteksi untuk keamanan PC.

A.Standar BIOS Backdoor Password

1.AWARD BIOS 
AWARD SW, AWARD_SW, Award SW, AWARD PW, award, awkward,J64, j256, 01322222,589589, 595595, 598598, HLT, KDD, ZBAAACA, ZAAADA, ZDJAAAD, djonet.

2.AMI BIOS
AMI, A.M.I., AMI SW, AMI_SW, BIOS, PASSWORD<HEWITT RAND, Oder.

Jika cara diatas gagal, password lain yang bisa dicaoba (untuk AMI, AWARD, atau BIOS liannya) adalah Membuka BIOS lewat software.
A.Untuk AMI/AWARD BIOS O70 17 O 71 17 Q
B.Untuk PHOENIX BIOS O 70 FF O 71 17 Q
C.GENERIK berlaku untuka semua mother board AT (board XT tidak punya CMOS) O 70 2E O 71 FF Q

CATATAN karakter pertama adalah huruf O bukan angka 0.

B.Master Key BIOS

Beberapa password dibawah ini bisa dicoba sebagai dicabo sebagai master key bagi password BIOS sesuai dengan BIOS yang digunakan, jadi sebelumnya harap diperhatikan nama BIOS yang ada.

C.Kode Beep BIOS 

Problem / masalah pada komponen PC atau Controller bisa dideteksi dengan suara yang keluar dari spiker saat BIOS melakukan POST (Power On Self-Test). Bunyinys berbeda-beda tergantung masalahnya.

1. Kode Beep AMI BIOS 
a. 1 beep pendek DRAMA gagal me-refresh\
b. 2 beep pendek sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM parity (sistem memory)
c. 3 beep pendek BIOS gagal mengakases memory 64 KB pertama. Cobalah ubah posisi kartu RAM pada slot lain.
d. 4 beep pendej timer pada sistem gagal bekerja.
e. 5 beep pendek motherboard tidak bisa menjalankan processor. Bisa jadi karena ada komponen yang berinterferensi dengan sistem.
f. 6 beep pendek controller pada keyboard tak bisa berjalan normal.
g. 7 beep pendek video mode error. Processor tak bisa mengetest virtual mode secear complate.
h. 8 beep pendek tes memory VGA gagal. Motherboard tak bisa menulis frame buffer kartu video.
i. 9 beep pendek checksum error ROM BIOS bermasalah. Bisa dikarenakan kode BIOS yang tersimpan di chip mengalami corrupt.
j. 10 beep pendek CMOS Shutdown Read/write mengalami error. Setelah BIOS tak bisa diakses Motherboard.
k. 11 beep pendek cache memory error. Motherboard tak bisa mendeteksi L2 cache.
l. 1 beep panjang 3 beep pendek convetional/extended memory rysak. Ada problem pada DRAM, karena tidak kompatibel atau kartunya tidak tertanam dengan benar pada slotnya.
m. 1 beep panjang 8 beep pendek tes tampilan gambar gagal. Problem pada kartu VGA atau pada motherboard.

MATERI RESPONSIVE LAYOUT ANDROID STUDIO

 PEMBUATAN RESPONIVE LAYOUT

A.Jenis dan fungsi layout

Layout merupakan suatu tampilan tata letak di Android untuk mengatur penempatan teks, gambar, ataupun kompone lainnya sehingga tampilan pada aplikasi yang dibuat terlihat rapi dan nyaman untuk dilihat oleh pengguna. Jenis dan fungsi layout adalah sebagai berikut:

1.Linear Layout

Linear Layout adalah layout yang menyejajarkan semua semua child view-nya dalam stu arah, secara vertikal atau horizontal. Pengguna linear layout dapat menetapkan arah layoout menggunakan atribut android:orientation.

Jika menggunakan android orientation vertikal maka pengaturan layout akan berurutan dari atas kebawah secara vertikal. Jika menggunakan android horizontal maka pengaturan layout akan berurutan dari kiri ke kanan secara horizontal. Linear Laayout akan mengikuti margin dan gravity sejajar kanan, tengah, atau kiri. Berikut ini contoh desai aplikasi andois menggunakn linear layout.

2.Relative Layout                                                                                                                   

Relative Layout merupakan pengatauran layout yang menempatkan widget widget didalamnya seperti

layer, sehingga sebuah widget dapat berada diatas atau dibawah widget lainnya. Jika dibandingkan denagan liner layout maka relative layout merupakan layout yang penataannya lebih bebas karena penempatan widget dapat ditempatkan dimana saja denagan mengacu pada widget lain.


Jadi dapat diartikan bahwa Relative layout dapat membuat desain tampilan aplikasi dengan tata letak objek atau komponen secara bebas tanpa aturan sesuai orientasi (horizontal atau vertical) seperti yang diterapkan pada linear layout. Untuk mengatur posisi elemen User Interface, misalnya Button, cukup dragpada posisi yang diinginkan, tapi jika ingin menggunakan kode XML, ada beberapa atribut yang bisa diguanakan pada elemen atau komponen UI didalam Relative Layout yaitu:

android:layout_centerInParent: jika kita set menjadi "true", elemen UI akan berada di tengah relatif terhadap lebarr dan tinggi Layout.
android:layout_centerHorizontal: jika kita set menjadi "true", elemen UI akan berada di tengah relatif terhadap lebar Layout. 
android:layout_centerVertical: jika kita set menjadi "true", elemen UI akan berada di tengah relatif terhadap tinggi Layout. 
android:layout_alignParentBottom: jika kita set menjadi "true", elemen UI diletakan rata sisi bawah layout.
android:layout_alignParentTop: jika kita set menjadi "true", elemen UI diletakan rata sisi atas layout. 
android:layout_alignParentLeft: jika kita set menjadi "true", elemen UI diletakan rata sisi kiri layout. 
android:layout_alignParentRight: jika kita set menjadi "true", elemen UI diletakan rata sisi kanan layout.  

Ada beberapa atribut yang bisa dikombinasikan, misalnya android:layout_centerHorizontal dengan android:layout_alignParentBottom. Jika kedua atribut tesebut di set menjadi "true", komponen UI akan berada di tengah bagian bawah layout. Selain itu ada juga beberapa atribut yang tidak bisa dikombinasikan atau bisa disebut mutual exclusive, yaitu hanya bisa dipilih satu misalnya android:layout_centerVertical dengan android:layout_alignParenBottom.

Pengaturan posisi relatif antara elemen UI dengan elemen UI lainnya juga dapat dilakukan, ada beberapa atribut yang dapat digunakan yaitu: 

android:layout_above: jika di set menjadi "true", elemen UI akan berhimpit atau berada di atas elemen UI yang di picu/dituju. 
android:layout_below: jika di set menjadi "true", elemen UI akan berhimpit atau berada di bawah elemen UI yang di picu/dituju.
android:layout_toLeftOf: jika di set menjadi "true", elemen UI akan berhimpit atau berada di sisi kiri elemen UI yang di picu/dituju. 
android:layout_toRightOf: jika di set menjadi "true", elemen UI akan berhimpit atau berada di sisi kanan elemen UI yang di picu/dituju.

Berikut ini adalah contoh tampilan User Interface menggunakan Relative Layout.

3. Frame Layout

Frame Layout adalah layout yang biasanya digunakan untuk membuat objek yang saling bertindihan contohnya yaitu kita membuat button di atsa image, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

4. Table layout
Table Layout adalahh layout yang digunakan untuk membangun user interface (tampilan antar muka) aplikasi android dengan berasarkan baris dan kolom.
Table Layout terdiri dari:
 1  Row/ baris pada dasarnya digunakan untuk menyimpan satu jenis record, hanya satu informasi           yang dapat disimpan.
 2  Kolom adalah sub bagian terbagi dari setiap baris dan satu baris dapat menampung beberapa               jenis kolom. 
Setiap kolom terdiri dari jeenis informasi yang berbeda mengenai baris tersebut.Beberapa tag pada table layout yaitu:

TableLayout : Tag pembuka untuk menggunakan TableLayout
TableRow : Tag untuk membuat Baris

Berikut ini adalah contoh penggunaan Table Layout.

5. Constraint Layout

Sebenarnya Constraint Layout mirip dengan Relative Layout, karena letak View bergantung pada View lain dalam satu Layout ataupun dengan Parent Layoutnya.

Contohnya di Relative Layout kita bisa meletakkan sebuah View di atas, bawah, atau samping View lain. Kita juga dapat mengatur posisinya berdasarkan Parent Layout menggunakan tag seperti centerVertical, alignParentBottom. Akan tetapi, Constraint Layout jauh lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan di Layout Editor.

Pada Constraint Layout, setiap View memiliki semacam tali (Constraint) yang menarik tiap sisinya, yang mana tali tersebut bisa diatur Elastisitasnya, Marginnya, dan sebagainya. Tali tersebut wajib “diikatkan” kepada anchor point atau suatu titik yang dapat berupa sisi dari Parent Layout, View lain, ataupun titik bantu (helper) yang bisa dibuat sendiri.. Penggunaan Constraint Layout memungkinkan membuat dsain tampilan aplikasi yang responsive sesuai ukuran layar perangkat android dan sesuai orientasi layar portrait atau landscape. Berikut ini contoh penggunaan Constraint Layout untuk membuat tampilan aplikasi yang responsive secara ukuran layar dan orientasi layar.

B. LEMBAR KERJA 

Tampilan aplikasi disebut responsive ketika tampilan aplikasi tersebut rapih dan konsisten pada berbagai ukuran perangkat android misalnya smartphone dengan ukuran 5 inchi, tablet dengan ukuran layar yang lebih besar, baik pada orientasi portrait atau landscape. Responsive Layout pada tampilan aplikasi android dapat dibuat menggunakan Constraint Layout, sehingga pada kegiatan pembelajaran ini akan digunakan pembuatan tampilan aplikasi menggunakan Constraint layout. Dalam Lembar kerja ini, terdapat contoh latihan yang dijelaskan langkah-langkah pengerjaannya secara terperinci dan sudah ada source codenya untuk dipraktekkan. Lembar Kerja ini juga memuat tugas berupa soal untuk dicari pemecahan jawabannya sekaligus dipraktekkan dalam diskusi kelompok pada kegiatan pembelajaran. Semua Lembar kerja baik latihan maupun tugas sebaiknya dipraktekkan, dengan tujuan dapat mengaplikasikan topik materi ini. 







Subnetting

 subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah anda miliki. SUBNET  MASK DEFAULT ini untuk m...