BAB II INSTRUKSI DASAR ANDROID
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Mengaplikasikan penggunaan operator aritmatika
2. Mengaplikasikan penggunaan operator logika
3. Mengaplikasikan penggunaan instruksi pemilihan
4. Mengaplikasikan penggunaan instruksi pengulangan
2.1 Pengunaan Operator
Beberapa contoh operator yang akan digunakan antara lain yaitu:
|
Arti Opeerator
|
Operaator
|
Contoh Pemakaian
|
Keterangan
|
|
Penjumlahan
|
+
|
Sum=num1 + num2
|
|
|
Pengurangan
|
-
|
Diff=num1 – num2
|
|
|
Perkalian
|
*
|
Prod=num1 * num2
|
|
|
Pembagian
|
/
|
Quot=num1 / num2
|
Jika num1 dan num2 adalah interger, pembagian akan menghasilkan nilai
interger tanpa mengikutsertakan sisa , jika terdapat sisa.
|
|
Sisa (Modulus)
|
%
|
Mod=num1 % num2
|
Hasil operasi modulus adalah sisa dari operasi num1 / num2 Hasil operasi modulus memiliki tanda ( +/- ) yang sama dengan operand pertama
|
Dalam pemerapannya, operator arithmatika memiliki urutan
prioritas. Berikut ini adalah aturan arithmatika.
1. Operator yang berada tanda kurung “(…)” atau disesbut juga
parantheses.
2. Operator-operator increment atau decrement.
3. Operator-operator perkalian atau pembagian, yang urutan operasinya dari kiri ke kanan;
Contoh
int c = 12 + 3 + 5 / (7 - 2) ;
Maka urutan operasinya adalah sebagai berikut ;
int c = 12 * 3 + 5 / 5 ;
int c = 36 + 5 / 5 ;
int c = 36 + 1;
int c = 37 ;
2. OPERATOR LOGIKA
Operator Logika memiliki satu atau lebih operand boolean yang mengahasilkan nilai boolean. Operator Logika diantaranya: && (logika AND), II (logika OR), ^ (boolean logika exclusive OR), dan ! (logika NOT).
a. Logika && (Logika AND)
Hasil Operand Logika && (AND) akan bernilai true jika kedua operand bernilai true dan akan bernilai flase jika ada salah satu operand yang bearnilai false.
|
---
OPERAND1 ---
|
---
OPERAND2 ---
|
---
HASIL ---
|
|
True
|
True
|
True
|
|
True
|
False
|
False
|
|
False
|
True
|
False
|
|
False
|
False
|
False
|
b. Logika II (Logika OR)
Hasil Operand Logika II (Logika OR) akan bernilai true jika kedua operand bernilai true atau ada salah satu operand yang bernilai true dan akan bearnilai false jika kedua operand bernilai false. Coba perhatikan tabel kebenaran berikut ini.
--- OPERAND1 --- | --- OPERAND2 --- | --- HASIL --- |
True | True | True |
True | False | True |
False | True | True |
False | False | False |
c. Logika ^ (boolean logika esclusive OR)
Pada logika ^ (exclusive OR), operand akan bernilai true jika nilai boolean pada kedua operand tidak sama dan akan bernilai false jika nilai boolean pada kedua operand sama. Berikut ini merupakan tabel kebenaran untuk logika ^ (exclusive OR).
--- OPERAND1 --- | --- OPERAND2 --- | --- HASIL --- |
True | True | False |
True | False | True |
False | True | True |
False | False | False |
d. Logika ! (Logika NOT)
Logika ! (NOT) digunakan hanya untuk satu operand, logika NOT akan menghasilkan true jika nilai pada boolean berisi false dan akan bernilai false jika nilai pada boolean berisi true, singkatnya operator ini merupan kebalikan dari true menjadi false dan false menjadi true.
|
---OPERAND---
|
--- HASIL ---
|
|
True
|
False
|
|
False
|
True
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar